Pisang Talaud: Bahan Baku Uang Dollar

Udah tau belom nih kalo bahan untuk mbuat kertas uang dolar tuh serat pisang dari Indonesia? (buat yang udah tau tetep lanjutin baca juga gapapa loh.. :D ). Nama kerenya Abaka Talaud klo nama latinnya Musa textilis. Sesuai namanya, pisang ini tumbuh di daerah kepulauan Talaud. Ada yang tau Kepulauan Talaud itu daerah mana? yang tau kedipkan matanya ya... haha... (kliatan genit loe bro). Balik lagi ke Talaud. Kepuauan Talaud merupakan sebuah kabupaten. Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia dengan ibu kota Melonguane. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000. Kabupaten Kepulauan Talaud terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi. Wilayah ini adalah kawasan paling utara di Indonesia timur, berbatasan dengan daerah Davao del Sur, Filipina di sebelah utara.


Oke... klo udah tau daerah talaud, sekarang kita kembali ke pisangnya. Pisang Abaka Talaud dikenal memiliki kualitas nomor satu dunia untuk dijadikan bahan baku utama pembuatan uang kertas dollar AS. Pohon pisang tersebut diperjual belikan dalam bentuk serat pohon pisang. hasil produksi serat abaka Talaud yang sekarang ini harganya mencapai Rp 350 ribu per kilogram. Pisang Abaka ini ada dua jenis, yaitu abaka merah dan abaka putih. Pisang abaka di wilayah Kepulauan Talaud ini adalah jenis abaka merah yang merupakan penghasil serat dengan kualitas nomer satu. Pisang Abaka merah Talaud ini dikenal bisa menghasilkan serat berkualitas baik. Bukan hanya sifat fisik seratnya yang kuat, tapi juga tahan lembab dan air asin. Karenanya, serat abaka kerap dipakai sebagai bahan  baku berbagai kebutuhan industri. Terutama sebagai bahan baku tekstil.


Saat ini tanaman pisang abaka di Kepulauan Talaud telah dibudidayakan di lahan seluas 100 hektar lebih. Dengan pengembangan potensi yang sedang dilakukan saat ini, Talaud diharapkan bisa mengisi pasar serat abaka dunia yang masih terbuka lebar. Karena disebut-sebut potensi pasar dunia serat abaka sekira 200 ribu ton per tahun, sedangkan Filipina dan Ekuador yang menjadi pemasok abaka baru mampu memenuhi 50 persen kebutuhan pasar tersebut.

Gimana sob? hebat kan Indonesia? :D