Indonesia, Negeri Tercinta

Di pagi yang masih gelap kubuka mushaf Al-Qur'anku. Ku baca baris demi baris. Ketika itu yang ku baca adalah qur'an surat Al-A'raaf. Ada beberapa ayat yang menarik hatiku, yaitu pada ayat 96-100 yang isinya:

96. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
99. Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
100. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami adzab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?

Ayat ini mengingatkanku pada keadaan negeriku saat ini, negeri makmur yang kaya dengan sumber daya alam namun keadaannya kacau dan banyak kemiskinan. Indonesia, begitulah kutahu namanya. Negeri ini begitu luas. Wilayahnya sebagian besar adalah lautan yang di dalamnya terdapat berbagai macam ikan serta biota-biota laut lainnya. Daratannya bertanah subur dengan berbagai macam spesies tumbuhan dan satwa khas dataran asia tenggara. Tambang minyak, emas, batu bara dan berbagai macam bahan tambang bernilai tinggi lainnya semua ada. Seharusnya negeri ini kaya dan maju.

Tetapi nyatanya kemiskinan sudah tidak bisa disembunyikan lagi, tak usah melihat berita, disekitar kita akan banyak kita temui yang namanya rakyat miskin. Masalah hutang luar negeri yang trilyunan belum juga tuntas. Hal ini diperparah dengan korupsi yang telah mengakar di berbagai macam birokrasi. Musibah datang silih berganti, mulai dari gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, dan kemarau panjang yang saat ini (saat artikel ini kutulis) sedang terjadi. Bahkan tetangga samping kontrakanku sudah kesulitan air.

Kita ingat, bahwa kerajaan-kerajaan di bumi nusantara ini sangatlah kuat, tak satupun dari kerajaan-kerajaan itu yang runtuh karena serangan dari luar. Singasari, salah satu kerajaan besar yang sangat kuat bahkan mampu menahan serangan kerajaan adidaya saat itu yaitu bangsa mongol yang juga sangat kuat. Namun, kerajaan ini hanya bertahan selama 70 tahun. Runtuh akibat pemberontakan dan masalah internal negeri.Perpecahan dan pemberontakan membuat negara ini hilang dan tinggal sejarah. Indonesia, negara dengan wilayah yang luas juga, akankah nasibnya juga seperti kerajaan Singasari? mengingat kondisi Indonesia yang carut marut di usianya yang ke-66 ini. Mungkinkah Indonesia akan hilang dan tinggal sejarah di usianya yang 70 tahun? Kata om Ebiet G. Ade, "Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang... " :D

Mengapa semua ini terjadi? Salah siapa? pertanyaan inilah yang seringkali muncul. Namun hanya sedikit orang yang sadar. Sikap hedonisme dan cinta dunia para remaja yang telah terpengaruh oleh gaya hidup bebas dan glamour yang tiap hari ditanamkan media masa membuat mereka acuh tak acuh terhadap permasalahan negeri ini. Pemuda-pemudi negeri ini lebih disibukkan dengan urusan asmara percintaan yang diselimuti nafsu. Dunia hiburan juga telah memalingkan mereka dari mengurus dan memikirkan negeri tercinta ini. Rasa nasionalisme mereka sedikit demi sedikit terkikis. Hanya sedikit para pemuda yang masih peduli terhadap permasalahan negeri ini. Dan dari yang sedikit ini, kebanyakan mereka hanya mencaci maki keadaan, menyalahkan sana-sini, berbagai macam kritik dan sumpah serapah ditumpahkan. Namun, apakah semua berubah? kurasa tidak. Sebaiknyalah kita merasa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi saat ini. Langkah nyata kita sangat diperlukan dan dibutuhkan. Sekecil apapun kebaikan yang kita kerjakan akan sangat berguna walaupun kurang terasa. Sebuah puzzle tersusun dari bagian-bagian yang kecil. Dan perubahan besar negeri ini pun terjadi karena adanya kebaikan-kebaikan kecil dari masyarakatnya. Insya Allah...

Apakah negeri ini masih bisa diselamatkan? Harapan itu masih ada. ALLAHHU AKBAR...!!!

Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS. Al-Hijr:56)