Kisah Impor Daging Sapi


Kisah ini dimulai dari pengurangan kuota impor daging karena ada program dari menteri pertanian untuk swasembada daging. 


( http://setkab.go.id/berita-6997-mentan-yakin-peternak-diuntungkan-pemangkasan-impor-sapi.html )
( http://www.lensaindonesia.com/2013/01/31/turunkan-harga-daging-mentan-mainkan-sapi-lokal.html )

Karena kuota impor dikurangi, peternak dan pengusaha daging di Amerika dan Australia merugi.
( http://bisnis.liputan6.com/read/595229/hentikan-ekspor-sapi-ke-ri-australia-rugi-rp-4563-miliar )
( http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/02/05/10855/as_dan_australia_komplain/ )

Batasi Impor Daging Sapi, Amerika Mengancam Melaporkan Indonesia ke WTO
( http://id.berita.yahoo.com/ancam-lapor-wto-ultimatum-indonesia-080531732--finance.html )

Entah ada angin apa, tiba-tiba terjadi kasus suap impor daging. Kasusnya rumit dan berbelit-belit sampai saat status ini ditulis, belum ada kejelasan. Bahkan pakar hukum pun mengatakan kasus ini bermasalah.
( http://www.youtube.com/watch?v=cikxLwLvgBw )

Dan terakhir, yang paling membuat kami, rakyat Indonesia sakit hati, terutama gue, adalah ditambahnya kuota impor daging hingga 80.000 ton di kementrian perdagangan dengan alasan menurunkan harga daging.
( http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2013/04/17/153366/Kuota-Impor-Daging-Sapi-Ditambah )

Jelas-jelas ini menghianati rakyat dan tidak mendukung program menteri pertanian untuk swasembada daging. Padahal berdasar temuan dilapang, penyebab naiknya harga daging adalah banyak rumah potong hewan menolak memotong sapi lokal dan hanya mau memotong sapi asal Australia.
( http://www.tempo.co/read/news/2013/02/15/090461473/Ini-Penyebab-Kelangkaan-Daging-Sapi-di-Jakarta )

Tapi anehnya tak ada yang mempermasalahkan hal ini. Bahkan tak ada yang mencurigai alasan penambahan kuota tersebut, padahal data statistik kementrian pertanian sampai 2014 menunjukkan bahwa peternak Indonesia mampu mencukupi kebutuhan daging dalam negeri. Malah, para importir meragukan sensus sapi dari BPS.
( http://berita2bahasa.com/berita/08/1010903-mentan-akui-heran-importir-tidak-percaya-sensus-sapi-bps )

suwi-suwi aku mangan tewel ae mari wes... hahaha....