Tips Diskusi KopLak

Akhir-akhir ini waktu senggangku aku isi dengan diskusi di grup media sosial. (karena kuliah sudah habis, Ujian sudah selesai, tapi masih harus ngurus Kuliah Kerja yang menyisakan waktu longgar di malam hari). Diskusinya kadang serius, kadang juga cuma bercanda. Tapi ada beberapa hal yang ingin ku bagikan buat kalian tentang tips diskusi yang ku peroleh selama ini.

Pertama, jangan pernah berdiskusi dalam keadaan emosi, klo lagi emosi lebih baik diam, karena ketika emosi, kalimatmu biasane ngawur dan banyak celah kata-kata yang bisa digunakan untuk nyerang balik kamu...

Kedua, usahakan kamu menguasai topik diskusi sebelum "banyak bicara" , banyaklah membaca dan mencari referensi tentang hal-hal yang berhubungan dengan topik diskusi. semakin banyak referensi semakin baik.

Ketiga, berhubungan dengan seni dan bahasa, perhatikan diksi atau pilihan kata, usahakan kata yang kamu pilih tepat, kemudian susun dengan rapi...

Keempat, perkirakan tentang tanggapan yang mungkin muncul terhadap komentar yang akan kamu posting untuk dijadikan dasar penyusunan kata menjadi kalimat.

Kelima, ketika akan menjawab komentar, cermati kata-kata dan kalimat yang dipakai lawan diskusi anda, barangkali dia salah memilih atau menaruh kata sehingga itu nanti bisa kamu jadikan "counter attack"

Keenam, jangan pernah mengabaikan komentar-komentar yang telah lalu dari lawan diskusi anda, karena terkadang terdapat inkonsistensi dan terjadi kontradiksi antara komentar satu dengan yang lainnya. ini juga bisa digunakan sebagai "counter attack"

Ketujuh, buatlah lawan diskusi anda menggunakan emosinya (tapi mancing emosinya dikit aja, jangan banyak2, bisa tawuran nanti.. hehe...) dengan memberi emoticon "ngece" atau "closing word" yang agak pedas, agar komentar dia yang selanjutnya kurang bermutu.


cukup sekian dulu tips diskusi dari saya (sebenernya masih ada tips lainnya, tapi masih dalam masa uji coba hehe..), itu bukan tips ilmiah yang saya pelajari dari studi di berbagai pustaka, tapi ini dari pengalaman pribadi. hasil dari mempelajari cara diskusi saya mulai dari saya masih SMP sampai saat ini. juga dari memperhatikan gaya diskusi para politisi dan para pakar di televisi. Jika ada salahnya mohon dibenarkan dan jika ada lebihnya mohon dikembalikan. sekian dan terima kasih. suwun bro...