Antara PancaSila, Rukun Islam, dan AL-QUR'AN



1. KETUHANAN YANG MAHA ESA. [AQIDAH]
1. DUA KALIMAT SYAHADAT. [AQIDAH]
-AQIDAH merupakan Pondasi dan Dasar, menempati prioritas Pertama. Pengakuan bahwa TUHAN itu Hanya SATU. Tuhan yang maha Kuasa, tidak Membutuhkan bantuan tuhan2 laen untuk mlaksanakan kehendak-NYA, karena DIA kuasa atas segala sesuatu. Tuhan yang mulia, tidak sama dengan ciptaannya, tidak beranak dan tidak juga diperanakkan. Dia lah ALLAH, Tuhan yang maha ESA.

"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". [QS.AL-IKHLAS]

2.KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
2. MENDIRIKAN SHOLAT
- SHOLAT, KEMANUSIAAN, DAN KEADILAN.Shalat membutuhkan niat yang benar, kedisiplinan, keikhlasan, dan kebersamaan. Dalam Shalat Berjamaah kita diajari kebersamaan. semua[baik kaya,miskin,rakyat,pejabat,dan apapun pangkatnya] harus taat pada suatu aturan shalat, semua harus menghadap kiblat, jika satu berdiri, maka semua berdiri. jika satu duduk, maka semua harus duduk. Harus ADIL, tidak ada yang di Istimewakan. Karena itu Perintah Sholat selalu disandingkan dengan perintah Zakat yang berarti Sholat itu erat kaitannya dengan keadilan.

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." [QS.AL-BAQARAAH:43]

-SHOLAT DAN ADAB. Dalam Sholat kita diajari untuk bersabar, taat peraturan dan adab-adab Sholat. Sehingga Mereka yang benar sholatnya akan menjadi pribadi Yang BERADAB. Menghargai sesama, menebar kebaikan dan mencegah keburukan.

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." [QS.AL-'ANKABUUT:45]

3. PERSATUAN INDONESIA
3. MEMBAYAR ZAKAT.
-ZAKAT DAN PERSATUAN. Tujuan dari pelaksanaan zakat adalah untuk meratakan ekonomi, membayarkan hak-hak fakir miskin yangada pada orang kaya, serta menghapuskan kesenjangan sosial yang sering menjadikan perpecahan. Ketika kesenjangan sosial teratasi, tidak ada lagi yang merasa didzholimi maka keharmonisan hidup akan tercipta.

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [QS.AT-TAUBAH:103]

4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN, DALAM PERMUSYAWARATAN DAN PERWAKILAN.
4. MENGERJAKAN PUASA.
-PUASA merupakan ibadah yang membutuhkan kesabaran, kekuatan mengendalikan nafsu diri, dan kejujuran. Sehingga mereka yang berpuasa dengan baik, akan menjadi pribadi yang BIJAKSANA, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan perkara. Berpuasa juga dilatih untuk merasakan penderitaan dan kesulitan orang lain,terutama fakir miskin. maka terbentuklah manusia-manusia yang punya rasa tenggang rasa, simpati, dan empati yang merupakan modal utama untuk kelancaran MUSYAWARAH. Puasa melatih kita untuk jujur dan mampu menjaga amanat, meskipun tidak ada orang yang tahu, kita tidak akan makan/minum/mlakukan hal lain yang membatalkan puasa dengan sengaja. dengan begitu maka Orang yang puasanya benar akan mmapu menjadi WAKIL dan melaksanakan PERWAKILANnya dengan baik.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," [QS.AL-BAQARAAH:183]

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
5. PERINTAH HAJI BAGI YANG MAMPU.
- PERINTAH HAJI merupakan perintah yang sangat ADIL. Perintah ini mencerminkan KEADILAN Allah. dalam pelaksanaannya mempertimbangkan keadaan masing-masing individu. Hanya rakyat yang mampu lah yang wajib melaksanakannya. Bagi yang tidak mampu maka gugurlah kewajibannya.

"Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." [QS.ALI-IMRAAN:97]